PSIM Tumbang di GBT! Persebaya Amankan 3 Poin Penting Lewat Gol Alex Martins

Reporter : Redaksi

Surabaya -  Lagu kebanggaan “Song for Pride” kembali menggema di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam. Ribuan Bonek dan Bonita menjadi saksi perjuangan Bajul Ijo yang berhasil mengamankan kemenangan penting atas PSIM Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.

 

Baca juga: Persebaya Tahan Imbang Sang Pemuncak Klasemen Persib Bandung

Kemenangan tersebut2 menjadi tambahan tiga poin yang menjadikannya rumit dan berarti bagi Persebaya Surabaya dalam mengawali perjalanan Super League 2026/2027. Gol tunggal kemenangan Bajul Ijo dicetak oleh Alex Martins pada menit ke-81, sekaligus menjadi penentu pecahnya kebuntuan dalam pertandingan yang berlangsung sengit.

 

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan langsung berusaha membangun permainan. PSIM Yogyakarta tidak datang ke Surabaya hanya untuk bertahan. Laskar Mataram mampu memberikan perlawanan dan beberapa kali membuat lini pertahanan Persebaya harus bekerja keras.

 

Di babak pertama, permainan Persebaya belum sepenuhnya berkembang seperti yang diharapkan. Aliran bola ke lini depan masih kerap terputus dan penyelesaian akhir belum mampu menghasilkan gol.

 

Ramadhan Sananta menjadi salah satu tumpuan Persebaya di lini depan. Namun, rapatnya pertahanan PSIM membuat penyerang Bajul Ijo kesulitan mendapatkan ruang yang ideal.

 

Hingga 45 menit pertama berakhir, skor masih bertahan 0-0.

 

Memasuki babak kedua, Bernardo Tavares melakukan perubahan untuk meningkatkan daya gedor tim. Persebaya berusaha bermain lebih agresif dan meningkatkan tekanan ke pertahanan PSIM.

 

Pergantian pemain kemudian dilakukan untuk memberikan energi baru di lini serang. Persebaya terus mencoba membongkar pertahanan tim tamu melalui kombinasi permainan dari sisi sayap maupun sektor tengah.

 

Pertandingan semakin panas setelah PSIM harus bermain dengan 10 pemain menyusul kartu merah yang diterima A. Purzycki. Situasi tersebut membuat Persebaya semakin berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.

 

Meski demikian, PSIM tetap memberikan perlawanan. Jual beli serangan terjadi dan pertandingan berlangsung dalam tensi tinggi. Persebaya terus mengejar gol, sementara PSIM berusaha mempertahankan gawangnya agar tidak kebobolan.

 

Momentum yang ditunggu-tunggu akhirnya datang pada menit ke-81.

 

Alex Martins berhasil memanfaatkan peluang dan mencetak gol melalui sundulan yang menggetarkan gawang PSIM. Bola bersarang di dalam gawang dan membuat Stadion Gelora Bung Tomo bergemuruh.

 

GOOOLLL PERSEBAYA!

 

Skor berubah menjadi 1-0 untuk Bajul Ijo.

 

Gol tersebut langsung disambut ledakan kegembiraan Bonek dan Bonita yang memadati GBT. “Song for Pride” kembali menggema, mengiringi perjuangan Persebaya mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.

 

PSIM berusaha mengejar ketertinggalan pada menit-menit akhir. Namun, pertahanan Persebaya mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

 

Persebaya Surabaya menang 1-0 atas PSIM Yogyakarta.

 

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Hasil tersebut menjadi modal penting bagi skuad Bajul Ijo untuk membangun kepercayaan diri pada awal kompetisi. Terlebih, Bernardo Tavares sebelumnya menekankan pentingnya menjadikan kekalahan dari PSIM musim lalu sebagai motivasi untuk tampil lebih siap dan memiliki determinasi lebih tinggi.

 

Bagi Bonek dan Bonita, kemenangan di GBT tentu menjadi suntikan semangat tersendiri. Dukungan dari tribun kembali menunjukkan bahwa atmosfer Gelora Bung Tomo menjadi salah satu kekuatan besar Persebaya ketika bermain di kandang.

 

Persebaya kini harus segera menjaga konsistensi. Perjalanan menuju target besar musim ini masih sangat panjang dan setiap pertandingan akan menjadi bagian penting dalam perburuan posisi terbaik di klasemen.

 

Semangat untuk menjadi juara harus dibarengi dengan kerja keras, konsistensi, disiplin, serta evaluasi dari setiap pertandingan. Bernardo Tavares dan seluruh pemain diharapkan mampu mempertahankan tren positif tersebut pada laga-laga berikutnya.

 

Bonek dan Bonita tentu berharap kemenangan atas PSIM menjadi awal dari perjalanan panjang menuju prestasi tertinggi.

 

Doa dan dukungan terus mengalir untuk Persebaya Surabaya. Semoga kerja keras Bernardo Tavares bersama seluruh pemain mampu membawa Bajul Ijo terus memenangkan pertandingan demi pertandingan dan mewujudkan mimpi besar menjadi juara Super League.

 

Song for Pride terus menggema.

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru