Sabtu, 12 Sep 2026 13:47 WIB

Dari Madura untuk Indonesia : Keteladanan Haji Her dalam Memberdayakan Petani dan Pemuda

Haji Her, Pengusaha Rokok. foto: istimewa/ayojatim
Haji Her, Pengusaha Rokok. foto: istimewa/ayojatim

Oleh: Holili, M.Ag

Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Tembakau Madura

Di ujung timur Pulau Garam, di antara kepulan asap tembakau dan debu jalanan Madura, berdiri sosok yang tak hanya bicara soal laba, tapi juga tentang harga diri: Haji Her. Di mata sebagian orang, ia mungkin sekadar pengusaha sukses. Tapi bagi ribuan petani dan pemuda Madura, ia adalah mercusuar di tengah kabut ketidakpastian ekonomi.

Haji Her tidak lahir dari menara gading. Ia tumbuh dari kerasnya hidup, dari pasar-pasar rakyat, dari peluh para petani yang menggantungkan harapan pada selembar daun tembakau. Ia tahu betul bahwa bagi orang Madura, tanah bukan sekadar tempat berpijak, tapi identitas. Dan di situlah ia menanam bukan hanya tembakau, melainkan perubahan.

Ketika banyak pelaku bisnis sibuk mencari margin, Haji Her justru mencari makna. Di saat petani mengeluh harga anjlok, atau merasa ditindas permainan tengkulak, ia hadir bukan sekadar memberi motivasi, tapi solusi nyata. Lewat langkah konkret&mdashmendirikan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura P4TM, menemui pabrik-pabrik rokok, dan memediasi harga&mdashia menjadi jembatan antara desa dan industri, antara suara kecil dan kebijakan besar.

Ia tidak datang membawa janji manis, tapi kerja nyata. Ia menolak cara pandang lama yang memposisikan petani sebagai objek penderita. Baginya, petani harus berdiri sejajar, bukan berjongkok meminta belas kasihan. Mereka harus diajak berdiskusi, diberi ruang negosiasi, dan dihargai bukan karena belas rasa, tapi karena kontribusi mereka terhadap ekonomi bangsa.

Namun Haji Her tak hanya bicara soal masa kini. Ia menatap masa depan, dan di sanalah ia menemukan kekuatan lain: pemuda. Di tengah gelombang urbanisasi dan pesimisme anak muda terhadap tanah kelahirannya, Haji Her tampil sebagai suara yang menyemangati: bahwa pulang bukan kekalahan, dan membangun desa bukan kemunduran.

Ia aktif mengajak generasi muda untuk terjun ke dunia wirausaha, pertanian modern, dan manajemen komunitas. Ia paham, bonus demografi hanya akan jadi angka sia-sia jika anak muda tak diberi alat, kesempatan, dan teladan. Maka ia pun membuka jalan&mdashdengan pelatihan, mentoring, bahkan bantuan modal usaha. Pemuda baginya bukan penonton sejarah, tapi penulis bab-bab baru bagi Madura.

Di tangan Haji Her, bisnis bukan hanya soal hitungan kertas, tapi pergerakan nilai. Ia menjadikan keuntungan sebagai alat, bukan tujuan semata. Ia tak ragu mendonasikan ratusan juta untuk kemanusiaan, termasuk bagi rakyat Palestina. Tapi lebih dari itu, ia menanam investasi paling bernilai: kepercayaan dari masyarakatnya sendiri.

Kisah Haji Her adalah antitesis dari narasi pembangunan elitis. Ia membuktikan bahwa dari sebuah pulau kecil, dari ladang-ladang tembakau yang panas dan berdebu, bisa tumbuh kekuatan besar&mdashjika dijalankan dengan visi, keberpihakan, dan keberanian. Ia menunjukkan bahwa yang dibutuhkan negeri ini bukan sekadar investor besar atau teknologi tinggi, tapi hati yang berpihak dan kaki yang menapak tanah.

Madura mungkin tidak ramai diberitakan. Tapi dari sanalah, lewat figur seperti Haji Her, kita diajak memahami makna kemajuan yang sebenarnya: bukan sekadar pertumbuhan ekonomi, tapi tumbuhnya rasa memiliki, harga diri, dan harapan bersama. Dan dari Madura pula, suara Haji Her menggema: bahwa membela rakyat bukan tugas negara saja&mdashitu juga tugas kita semua yang mampu dan peduli.

Editor : Admin
Berita Terbaru

Poster Promosi Zona Club Beratribut Polri Disorot, AMI Siapkan Aksi Besar-besaran

Surabaya - Polemik poster promosi Zona Club Surabaya yang menampilkan perempuan dengan pakaian menyerupai seragam Polri lengkap dengan atribut dan logo

Sambut Maulid Nabi, Pemdes Tengket dan Fatayat NU Arosbaya Ajak Warga Hadir Berselawat

Sambut Maulid Nabi, Pemdes Tengk BANGKALAN – Keluarga Besar Kepala Desa Tengket, H. Suli, akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Bintang,

Pemain Lama Kembali? Dugaan Gudang Penimbunan Solar di Sedayulawas Lamongan Disorot

Lamongan - Dugaan praktik penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis solar kembali mencuat di wilayah Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Sebuah

Dugaan Penimbunan Solar Bersubsidi Mencuat di Sidayu Lawas Brondong, APH Diminta Turun Tangan dan Usut Tuntas

Lamongan - Dugaan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi mencuat di wilayah Sidayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten

Gagalkan Penyelundupan Sabu, AMI Acungkan Dua Jempol untuk Jajaran Rutan Kelas I Surabaya

SURABAYA – Aliansi Madura Indonesia (AMI) memberikan apresiasi kepada jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya atas keberhasilannya menggagalkan u

Kapolresta Tuban Pimpin Anev Sitkamtibmas, Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat Gangguan Keamanan

TUBAN – Kapolresta Tuban Kombes Pol Jazuli Dani Iriawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., memimpin langsung kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan K