Panen 16 Ton Semangka-Melon dan Resmikan Peternakan Ayam, Ditjenpas Jatim Perkuat Pembinaan Kemandirian Warga Binaan

Reporter : Redaksi

JATIM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur terus mendorong pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan produktif di sektor pertanian dan peternakan.

 

Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan panen semangka dan melon yang menghasilkan sekitar 16 ton. Dalam kesempatan yang sama, Kakanwil Ditjenpas Jawa Timur, Kusnali, juga meresmikan fasilitas peternakan ayam dengan kapasitas hingga 2.000 ekor.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan lahan pembinaan di lingkungan pemasyarakatan sebagai ruang produktif sekaligus sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan.

 

Panen semangka dan melon menjadi salah satu hasil konkret dari program pembinaan berbasis pertanian. Sementara itu, pengembangan peternakan ayam diarahkan untuk memperluas bidang keterampilan warga binaan, khususnya dalam pengelolaan kegiatan produktif di sektor peternakan.

 

Pembinaan kemandirian tidak hanya dilakukan melalui pemberian materi secara teori. Warga binaan juga diberikan kesempatan memperoleh pengalaman langsung melalui berbagai tahapan kegiatan, mulai dari perawatan, pemeliharaan, pengelolaan hingga proses produksi.

 

Dengan kapasitas mencapai 2.000 ekor ayam, fasilitas peternakan tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran bagi warga binaan dalam memahami pola kerja, tanggung jawab, kedisiplinan serta pengelolaan usaha produktif.

 

Kusnali menegaskan pentingnya program pembinaan yang memberikan hasil nyata sekaligus dapat dikembangkan secara berkelanjutan. Pertanian dan peternakan menjadi bagian dari upaya menciptakan kegiatan positif serta membangun kemandirian warga binaan melalui pengalaman kerja yang produktif.

 

Hasil panen sekitar 16 ton menjadi salah satu indikator bahwa program pertanian tersebut memiliki potensi untuk terus dikembangkan. Namun, keberlanjutan program tetap membutuhkan pengelolaan yang konsisten, pendampingan, peningkatan keterampilan serta pengembangan pemasaran.

 

Hal serupa juga diharapkan dapat diterapkan pada fasilitas peternakan ayam. Keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana pembinaan, tetapi juga dapat memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam menjalankan kegiatan produktif secara bertanggung jawab.

 

Transformasi lahan pembinaan menjadi sektor pertanian dan peternakan produktif pada akhirnya memberikan ruang bagi warga binaan untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran dan menghasilkan produk yang memiliki manfaat ekonomi.

 

Langkah Ditjenpas Jawa Timur tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan pertanian dan peternakan yang produktif, terarah dan berkelanjutan.

 

Dari lahan pembinaan, lahir hasil nyata. Dari proses pembinaan, diharapkan lahir keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

(Eko Andhika)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru