Video Viral Dashcam_Ojol Soroti Dugaan Potong Jalur di Panglima Sudirman–Karapan Sapi, Satlantas Polrestabes Surabaya Di
- Penulis : Redaksi
- | Minggu, 09 Agu 2026 18:08 WIB
SURABAYA — Video yang diunggah akun TikTok Dashcam_Ojol ramai diperbincangkan masyarakat dan pengguna jalan di Kota Surabaya. Rekaman tersebut menyoroti dugaan manuver kendaraan yang melakukan pemotongan jalur dari arah Sono Kembang menuju akses Jalan Karapan Sapi, kawasan Panglima Sudirman–Polisi Istimewa, Surabaya.
Peristiwa yang disebut terjadi pada Sabtu (8/8/2026) itu menjadi perhatian karena pola pergerakan kendaraan dalam video dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Sejumlah pengguna jalan mempertanyakan ketentuan pergerakan kendaraan di kawasan tersebut, khususnya terkait apakah manuver menuju Jalan Karapan Sapi diperbolehkan berdasarkan rambu, marka, serta rekayasa lalu lintas yang berlaku.

Dalam rekaman yang beredar, terlihat kendaraan dari arah tertentu melakukan pergerakan melintasi jalur untuk menuju arah Karapan Sapi. Apabila manuver tersebut dilakukan tidak sesuai dengan rambu, marka, atau ketentuan lalu lintas, kondisi itu berpotensi menimbulkan konflik dengan kendaraan lain.
Kekhawatiran masyarakat muncul karena kendaraan yang melakukan pemotongan jalur secara tiba-tiba dapat membuat pengguna jalan lain harus melakukan pengereman atau mengubah arah kendaraan secara mendadak. Dalam kondisi lalu lintas padat, situasi semacam itu berpotensi mengganggu kelancaran arus dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Karena itu, masyarakat meminta adanya kejelasan mengenai rekayasa lalu lintas dan aturan pergerakan kendaraan di kawasan Panglima Sudirman, Sono Kembang, Polisi Istimewa hingga akses Jalan Karapan Sapi.
Jika memang terdapat larangan melakukan pemotongan jalur menuju Jalan Karapan Sapi, pengawasan di titik tersebut dinilai perlu diperkuat. Sebaliknya, apabila manuver tersebut diperbolehkan berdasarkan rekayasa lalu lintas yang berlaku, masyarakat juga berharap terdapat penjelasan agar pengguna jalan tidak salah memahami aturan.

Sorotan lain yang muncul berkaitan dengan keberadaan pos lalu lintas di kawasan Karapan Sapi yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik pengaturan lalu lintas.
Warganet mempertanyakan apakah pada saat kejadian terdapat personel Satlantas Polrestabes Surabaya yang melakukan pengaturan atau pengawasan di sekitar lokasi.
Masyarakat berharap persoalan tersebut tidak berhenti sebagai perdebatan di media sosial. Kepolisian diharapkan dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi, termasuk memeriksa kondisi rambu, marka jalan, pola arus kendaraan, serta titik-titik yang memungkinkan terjadinya pemotongan jalur.
Apabila dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas, masyarakat meminta agar petugas memberikan edukasi maupun melakukan penindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kebiasaan pengendara melakukan manuver secara sembarangan yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Terlebih, kawasan pusat Kota Surabaya memiliki intensitas kendaraan yang cukup tinggi. Kesalahan mengambil jalur atau melakukan pemotongan arus secara tiba-tiba dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terutama ketika kendaraan lain tidak memiliki cukup ruang untuk melakukan pengereman secara aman.
Persoalan ini sekaligus dapat menjadi momentum bagi jajaran Satlantas Polrestabes Surabaya untuk mengevaluasi efektivitas pengawasan di sejumlah titik yang dianggap rawan pelanggaran.
Kehadiran personel di lapangan tidak hanya berfungsi melakukan penindakan, tetapi juga memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat mengenai jalur yang diperbolehkan dan jalur yang dilarang untuk dilalui.
Awak media juga telah berupaya meminta tanggapan kepada Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, S.I.K., M.M., terkait video viral tersebut, khususnya mengenai dugaan pemotongan jalur di kawasan Panglima Sudirman serta keberadaan personel di sekitar titik Karapan Sapi.
Namun, hingga naskah ini disusun, belum diperoleh tanggapan resmi dari Kasat Lantas Polrestabes Surabaya mengenai persoalan tersebut.
Belum adanya tanggapan pada saat konfirmasi dilakukan membuat pertanyaan publik mengenai pengawasan lalu lintas di lokasi tersebut belum mendapatkan jawaban. Meski demikian, pihak kepolisian tetap memiliki ruang untuk memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar di media sosial tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Publik juga perlu membedakan antara video viral, dugaan pelanggaran, dan fakta yang telah diverifikasi. Rekaman Dashcam_Ojol dapat menjadi bahan awal untuk mengevaluasi situasi lalu lintas, namun penentuan apakah suatu tindakan merupakan pelanggaran tetap harus berdasarkan pemeriksaan di lapangan dan ketentuan lalu lintas yang berlaku.
Masyarakat berharap Satlantas Polrestabes Surabaya segera melakukan pengecekan terhadap lokasi tersebut. Jika diperlukan, personel dapat ditempatkan pada jam-jam tertentu untuk melakukan pengaturan, mencegah kendaraan melakukan pemotongan jalur secara sembarangan, sekaligus memberikan edukasi kepada pengendara.
Langkah tersebut dinilai penting agar persoalan yang awalnya menjadi perbincangan di media sosial tidak berkembang menjadi persoalan keselamatan lalu lintas.
Keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, sementara setiap dugaan pelanggaran perlu ditangani secara terukur dan sesuai ketentuan.
Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari Satlantas Polrestabes Surabaya terkait situasi lalu lintas di kawasan Panglima Sudirman, Sono Kembang, Polisi Istimewa, dan akses menuju Karapan Sapi, termasuk apakah telah dilakukan evaluasi terhadap pola pergerakan kendaraan dan pengawasan personel di titik tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak Satlantas Polrestabes Surabaya maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
(Red)
Editor : Redaksi