Sabtu, 17 Okt 2026 20:14 WIB

Publik Menanyakan Ada Apa di Ruang Unit PPA Polres Sampang? Dugaan Penghinaan terhadap AI Kini Berujung Laporan Propam

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 17 Okt 2026 17:59 WIB

SAMPANG, - Ironi pahit diduga terjadi di ruang yang seharusnya paling aman bagi perempuan.

 

Seorang perempuan berinisial AI, anak dari pensiunan polisi dengan riwayat gangguan mental sejak Februari 2026, yang berstatus sebagai terlapor di Unit PPA, diduga mengalami rangkaian perlakuan tidak menyenangkan, pada tanggal 8 Oktober 2026.

 

Semua bermula bahkan sebelum ia tahu dirinya menstruasi. Saat hendak meminta izin sholat, menurut kesaksian keluarga, ia justru tidak diizinkan dan malah diolok: _"Sok mau sholat tapi berbuat seperti itu."_

 

Rangkaian dugaan itu berlanjut hingga proses visum di RS. Dalam kondisi cemas, korban sempat bertanya kepada petugas Polwan.

 

_"Mbak itu warna coklat nggak ya,"_ tanya korban.

_"Nggak mbak,"_ jawab polwan.

_"Oh iya takut saya mens,"_ balas korban lirih.

 

Kecemasannya terbukti. Setelah buang air kecil, keluar lendir berwarna merah. Barulah ia tahu dirinya sedang menstruasi.

 

Di titik itulah puncak dugaan penghinaan terjadi. Korban diduga diminta melepas celana dalamnya selama pemeriksaan dan celana itu tidak segera dipakaikan kembali. Lebih jauh, barang privat tersebut diduga dipertontonkan ke penyidik lain di dalam ruangan.

 

Kutipan kesaksian korban menurut keluarga: _"Celana dalam ku ditunjukkan ke semua penyidik di dalam Ruangan. Ini warna apa, warna apa. Putih yaa. Ohh warnanya putih polkadot ungu. Aku perempuan terlapor di dalam sendirian, bahkan polwan nya pun ikut tertawa."_

 

Sebelumnya, di ruang yang sama, saat korban diduga mengalami mental breakdown hingga 2 kali mencoba bunuh diri, oknum penyidik diduga melontarkan ucapan: _"Yuk minum Wipol yuk."_

 

Dari yang dilarang sholat, hingga menjadi bahan olok-olok polkadot ungu.

 

Atas dugaan kejadian tersebut, keluarga korban menyatakan telah melaporkan secara resmi ke Bid Propam Polda Jawa Timur dan Yanduan Div Propam Mabes Polri. Laporan disebut dilengkapi visum RS dan kesaksian lengkap.

 

Hingga berita ini diturunkan, Unit PPA polres sampang belum merespon dan masih dalam upaya konfirmasi. Asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan dan semua pihak memiliki hak jawab.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Tradisi Mulia di Pantura Sampang, H. Moh Widjan Rutin Santuni 1.500 Anak Yatim Tiap Jumat Manis

SAMPANG – Kepedulian terhadap anak yatim kembali ditunjukkan oleh H. Moh Widjan, Ketua PKDI Madura Raya yang dikenal sebagai sosok peduli anak yatim dan kaum k

Jumat Berkah, Murid SD Al Falah Berbagi Nasi kepada Masyarakat di Surabaya

  SURABAYA, KEJAMREALITA.NET — Menanamkan kepedulian sosial sejak dini, guru dan Komite SD Al Falah mengajak para murid berbagi makanan kepada masyarakat da

Ketum DPP AMI Soroti Sisi Positif Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

SURABAYA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI), Baihaki Akbar, S.E., S.H., menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah langkah s

Gelorakan Semangat ‘Jogo Omah’, Kapolda Jatim Tekankan Polisi Bersama Masyarakat Jaga Kamtibmas*

SURABAYA – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur (Kapolda Jatim) Irjen Pol Dekananto Eko Purwono memberikan arahan tegas kepada jajarannya usai melaksanakan i

OPERASI GABUNGAN DI SURABAYA UTARA, POLISI DAN BAPENDA EDUKASI MASYARAKAT TERTIB LALU LINTAS DAN TAAT PAJAK

OPERASI GABUNGAN DI SURABAYA UTARA, POLISI DAN BAPENDA EDUKASI MASYARAKAT TERTIB LALU LINTAS DAN TAAT PAJAK

Mengintip Sisi Lain Rutan Surabaya, Siswi Al Ibrah Gresik Pelajari Pembinaan Warga Binaan

SURABAYA — Rutan Kelas I Surabaya menerima kunjungan edukasi dari SMP Islam Terpadu Al Ibrah Gresik pada Senin (12/10/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 10 siswi