Polres Ponorogo Gelar Rakor Pengamanan Haul H.R. Djimat Hendro Soewarno 2026, Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Wilayah
- Penulis : Redaksi
- | Kamis, 29 Okt 2026 18:08 WIB
PONOROGO – Polres Ponorogo menggelar rapat koordinasi (rakor) kesiapan pengamanan rangkaian kegiatan Haul H.R. Djimat Hendro Soewarno Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Setia Hati Winongo Tunas Muda (PSHWTM) Cabang Ponorogo. Kegiatan berlangsung di Aula Wengker Polres Ponorogo, Kamis (29/10/2026), pukul 10.00 hingga 12.45 WIB, dengan dihadiri sekitar 70 peserta dari unsur kepolisian, pemerintah daerah, organisasi pencak silat, serta panitia penyelenggara.
Rakor tersebut dipimpin Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa dan menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mematangkan pola pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan haul dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.
Dalam arahannya, Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga membutuhkan komitmen seluruh pihak, terutama panitia, pengurus organisasi, koordinator lapangan, dan peserta kegiatan.
“Pengamanan kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pihak untuk membangun komunikasi dan koordinasi yang baik, mematuhi ketentuan yang telah disepakati, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan haul berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan hubungan baik antarorganisasi pencak silat tetap terjaga,” tegas AKBP Damus Asa.
Dalam rakor tersebut, panitia memaparkan tiga agenda utama, yakni ziarah makam pada Kamis (5/11/2026) di Makam Batoro Katong dan TPU Tamanarum, pengajian akbar pada Sabtu (7/11/2026) di Jalan H.O.S. Cokroaminoto, serta puncak haul pada Minggu (15/11/2026) di Alun-Alun Ponorogo.
Berdasarkan paparan panitia, kegiatan ziarah makam dibatasi sebanyak 100 orang, pengajian akbar diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 orang, sedangkan puncak haul diperkirakan dihadiri sekitar 8.600 orang. Dengan jumlah peserta yang cukup besar, kesiapan pengaturan lalu lintas, penataan parkir, pelayanan kesehatan, dan pengendalian massa menjadi perhatian dalam perencanaan pengamanan.
Polres Ponorogo melalui fungsi terkait juga memetakan sejumlah potensi kerawanan, antara lain peningkatan jumlah peserta di luar perkiraan, kedatangan warga dari luar wilayah Kabupaten Ponorogo, gangguan ketertiban selama pergeseran rombongan, penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis, konsumsi minuman keras, hingga potensi gesekan dengan kelompok lain. Pemetaan tersebut menjadi bahan evaluasi dan dasar penyusunan langkah antisipasi secara terukur.
Selain itu, perhatian khusus diberikan pada pengamanan lokasi kegiatan, jalur pergerakan peserta, kantong-kantong parkir, serta kelancaran arus lalu lintas di sekitar pusat kota. Koordinasi dengan Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, Bakesbangpol, dan unsur terkait lainnya terus diperkuat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Kabagops Polres Ponorogo juga menekankan pentingnya kepastian rangkaian kegiatan, kesiapan personel, serta koordinasi lanjutan dengan instansi terkait dan kepolisian di wilayah sekitar. Sementara itu, panitia diminta menyiapkan identitas panitia, menyosialisasikan tata tertib, memastikan kelengkapan administrasi, dan mengoptimalkan peran koordinator lapangan dalam mengendalikan peserta.
Sebagai bentuk komitmen bersama, rakor diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan antara pihak terkait dan PSHWTM Cabang Ponorogo. Kesepakatan tersebut mencakup pembatasan undangan untuk warga PSHWTM Cabang Ponorogo, pengaturan kendaraan rombongan, larangan membawa benda berbahaya, larangan penggunaan petasan dan flare, serta kewajiban seluruh peserta menjaga ketertiban dan mematuhi hukum yang berlaku.
Ketua PSHWTM Cabang Ponorogo menyatakan kesediaannya untuk menindaklanjuti masukan dari seluruh pihak dan memperkuat koordinasi dengan koordinator lapangan serta tokoh organisasi pencak silat lainnya guna mendukung kelancaran kegiatan.
Melalui rakor ini, Polres Ponorogo berharap seluruh unsur yang terlibat dapat menjalankan perannya secara optimal. Pengamanan tidak semata-mata diarahkan untuk mengantisipasi gangguan, tetapi juga untuk memastikan kegiatan keagamaan dan tradisi organisasi berlangsung dengan tertib, menghormati kepentingan masyarakat.
Polres Ponorogo mengimbau seluruh peserta untuk mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas, menjaga etika selama perjalanan maupun di lokasi kegiatan, serta mengedepankan persaudaraan dan saling menghormati. Dengan sinergi dan tanggung jawab bersama, rangkaian Haul H.R. Djimat Hendro Soewarno Tahun 2026 diharapkan berjalan aman, lancar, dan kondusif.
Editor : Redaksi