DENPASAR, BALI — Semangat pengabdian dan nilai-nilai perjuangan kembali digaungkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 yang digelar di Halaman Depan Mapolda Bali.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Bali didampingi Wakapolda Bali serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Bali. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dalam suasana khidmat sebagai momentum untuk mengenang kembali sejarah perjuangan dan pengabdian insan Bhayangkara kepada bangsa dan negara.
Peringatan Hari Juang Polri tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri mengenai perjalanan panjang institusi Kepolisian dalam mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, serta memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda Bali menekankan bahwa semangat perjuangan para pendahulu harus senantiasa menjadi landasan moral bagi setiap personel Polri dalam menjalankan tugas. Nilai keberanian, pengorbanan, loyalitas, integritas, serta kecintaan terhadap tanah air harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui pelayanan nyata kepada masyarakat.
“Hari Juang Polri adalah momentum untuk mengenang kembali ikrar dan semangat kepolisian dalam membela kemerdekaan serta menjaga kedaulatan bangsa,” demikian pesan yang disampaikan Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Menurutnya, sejarah perjuangan kepolisian memiliki makna penting bagi generasi Polri saat ini. Perjuangan para pendahulu tidak boleh berhenti sebatas cerita sejarah, tetapi harus menjadi sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di era modern.
Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut Polri untuk terus beradaptasi. Tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat semakin kompleks, mulai dari tindak kriminalitas konvensional hingga kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi dan ruang digital.
Karena itu, semangat kejuangan harus berjalan beriringan dengan profesionalisme dan transformasi institusi. Setiap personel dituntut mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, humanis, transparan, serta tetap berpegang teguh pada hukum dan prinsip Presisi.
Kapolda Bali juga mengingatkan bahwa tugas utama kepolisian pada hakikatnya adalah memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Kepercayaan publik menjadi bagian penting yang harus dijaga melalui sikap dan tindakan setiap anggota di lapangan.
Nilai-nilai kejuangan yang diwariskan para pendahulu, lanjutnya, harus tercermin dalam setiap pelaksanaan tugas. Pengabdian kepada masyarakat tidak boleh hanya dipandang sebagai kewajiban kedinasan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada bangsa dan negara.
“Nilai-nilai kejuangan para pendahulu harus terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kita dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” tegasnya.
Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di lingkungan Polda Bali sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas internal. Kehadiran Wakapolda Bali dan para PJU menunjukkan pentingnya kebersamaan jajaran dalam menjaga arah pelaksanaan tugas kepolisian agar tetap berjalan sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan situasi keamanan.
Di tengah dinamika kehidupan masyarakat Bali yang memiliki karakteristik sosial, budaya, dan pariwisata yang sangat kuat, keberadaan Polri memiliki peran strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Polri dituntut mampu menjaga keamanan tanpa mengabaikan pendekatan humanis. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat harus direspons secara profesional, terukur, dan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.
Semangat Hari Juang Polri juga menjadi pengingat bahwa seragam dan kewenangan yang melekat pada setiap anggota merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Pengabdian yang dilakukan harus benar-benar memberikan manfaat serta rasa aman bagi masyarakat.
Kapolda Bali menegaskan bahwa semangat Proklamasi Polri harus terus menjadi bagian dari perjalanan pengabdian anggota Polri. Semangat tersebut diharapkan tidak hanya digaungkan dalam momentum peringatan, tetapi diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Semangat Proklamasi Polri akan terus hidup dalam setiap langkah pengabdian kita kepada negeri. Salam Presisi!” ujar Kapolda Bali.
Dengan digelarnya Upacara Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026, jajaran Polda Bali diharapkan semakin memperkuat komitmen untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu. Pengabdian kepada masyarakat, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban menjadi bagian penting dari tanggung jawab Polri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hari Juang Polri akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang meneguhkan kembali komitmen untuk menghadapi masa depan. Semangat perjuangan harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, integritas, profesionalisme, dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Penulis: Redaksi
Editor : Redaksi