KEDIRI KOTA — Jajaran Polres Kediri Kota, Jawa Timur, terus mengintensifkan upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui patroli gabungan lintas satuan fungsi. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu malam (22/8/2026) hingga Minggu dini hari.
Patroli dilaksanakan dengan pola mobiling hunting system dengan menyasar sejumlah jalan protokol, simpang empat, kawasan Pabrik Gula Mrican, serta sejumlah titik yang dinilai memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas.
Kapolres Kediri Kota AKBP Kresno Wisnu Putranto melalui Kabag Ops Polres Kediri Kota Kompol Iwan Setyo Budhi mengatakan, patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Patroli ini kami laksanakan secara gabungan dengan menyisir jalan protokol dan titik-titik yang berpotensi terjadi gangguan kamtibmas. Tujuannya memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mencegah berbagai bentuk tindak kejahatan dan gangguan keamanan,” ujar Kompol Iwan, Minggu (23/8/2026).
Selain melakukan pemantauan situasi, personel kepolisian juga berdialog secara langsung dengan masyarakat yang ditemui selama patroli. Pendekatan humanis dan persuasif dilakukan dengan memberikan edukasi serta imbauan kamtibmas.
Salah satu imbauan yang disampaikan menyasar peran orang tua dalam mengawasi aktivitas dan pergaulan anak, khususnya mereka yang masih berstatus pelajar.
Kompol Iwan mengimbau para orang tua agar memastikan putra-putrinya sudah berada di rumah ketika waktu telah menunjukkan pukul 22.00 WIB. Hal tersebut dinilai penting sebagai langkah pencegahan agar para pelajar tidak terlibat dalam kelompok maupun aktivitas yang berpotensi mengarah pada tindakan negatif.
“Kami mengedukasi para orang tua agar selalu memperhatikan putra-putrinya, khususnya yang masih berstatus pelajar. Ketika sudah pukul 22.00 WIB, kami harapkan mereka sudah berada di rumah masing-masing,” katanya.
Orang tua juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak agar tidak terlibat dalam kelompok yang identik dengan aksi premanisme, gengster maupun geng motor.
Menurut Kompol Iwan, keterlibatan remaja dalam kelompok tersebut berpotensi berkembang menjadi tindakan yang mengganggu ketertiban umum, kekerasan, perusakan maupun tindak pidana lainnya.
“Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam perbuatan yang pada akhirnya dapat berurusan dengan hukum,” tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, personel bergerak secara dinamis dari satu lokasi ke lokasi lainnya dengan menyesuaikan kondisi serta potensi kerawanan yang ditemukan di lapangan.
Pola mobiling hunting system tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memastikan kehadiran polisi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mempersempit peluang terjadinya gangguan keamanan.
Kompol Iwan menegaskan, menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya keluarga, dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.
Polres Kediri Kota pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.
Editor : Redaksi