Ratusan Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Alami Keracunan Usai Santap MBG, 159 Dirawat di Fasilitas Kesehatan

Reporter : Redaksi


SIDOARJO — Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun hingga Selasa malam, sedikitnya 159 santri telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Peristiwa tersebut masih dalam proses penanganan dan penyelidikan. Penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para santri juga belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis serta pengujian terhadap sampel makanan.

159 Santri Jalani Perawatan
Data sementara menunjukkan para santri mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.

Adapun rincian sementara pasien yang menjalani perawatan sebagai berikut:

RSUD Notopuro Sidoarjo: 80 pasien
RS Delta Surya: 13 pasien
RS Siti Hajar: 30 pasien
RS Pusura: 9 pasien
Aska Medika: 9 santri
RS Siti Fatimah Tulangan: 12 santri
RS Pusdik Porong: 5 santri
Dengan demikian, total sementara mencapai 159 pasien atau santri.

Jumlah tersebut masih berpotensi berubah seiring proses pendataan, pemeriksaan, dan penanganan terhadap para santri yang mengalami keluhan kesehatan.

Keluhan Muncul Setelah Konsumsi Makanan
Berdasarkan informasi yang beredar, para santri menerima dan mengonsumsi makanan program MBG pada Selasa siang.

Para santri disebut menyantap makanan tersebut setelah melaksanakan salat Zuhur. Memasuki waktu salat Asar, sejumlah santri mulai mengeluhkan gangguan kesehatan seperti mual, muntah, dan sakit perut.

Pada tahap awal, para santri yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan di pos kesehatan pondok pesantren. Namun, jumlah santri yang mengalami gangguan kesehatan terus bertambah hingga sebagian di antaranya harus dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Menjelang sore hingga malam hari, proses evakuasi terus dilakukan dengan menggunakan ambulans untuk membawa para santri yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Menu MBG Masih Dalam Pemeriksaan
Informasi sementara menyebutkan menu MBG yang dikonsumsi para santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Kalitenggah.

Menu yang disajikan antara lain:

Nasi putih
Telur orak-arik
Tempe bumbu Bali
Tumis buncis
Baby corn atau jagung muda
Apel
Di Ponpes Manba’ul Hikam sendiri, terdapat sekitar 440 penerima manfaat program MBG.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami para santri berkaitan dengan salah satu jenis makanan tersebut atau disebabkan faktor lainnya.

Penetapan penyebab harus menunggu hasil pemeriksaan medis dan pengujian laboratorium terhadap sampel makanan maupun bahan pangan yang dikonsumsi.

Evakuasi dan Penanganan Terus Berlangsung
Situasi di lingkungan Ponpes Manba’ul Hikam pada Selasa sore hingga malam terlihat dipenuhi aktivitas penanganan dan evakuasi.

Sejumlah ambulans keluar masuk kawasan pondok pesantren untuk membawa santri menuju rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

Aparat serta unsur terkait juga melakukan pengamanan dan membantu kelancaran proses penanganan. Sejumlah orang tua dan wali santri turut mendatangi lokasi untuk memperoleh informasi mengenai kondisi anak-anak mereka.

Pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan dan pihak terkait dilaporkan turut melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi para santri.

Penyebab Belum Bisa Dipastikan
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena melibatkan ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

Namun demikian, dugaan penyebab gangguan kesehatan tersebut belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan waktu munculnya keluhan setelah para santri mengonsumsi makanan.

Diperlukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kondisi pasien serta pengujian laboratorium terhadap sampel makanan untuk mengetahui sumber penyebab secara pasti.

Seluruh pihak diharapkan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil investigasi dan pemeriksaan resmi dari instansi berwenang diumumkan.

Hingga Selasa malam, proses pendataan korban dan penanganan medis masih terus berlangsung. Jumlah santri yang mendapatkan perawatan juga masih berpotensi mengalami perubahan seiring pemeriksaan terhadap para penerima manfaat lainnya.

(Red)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru