Rabu, 28 Okt 2026 02:05 WIB

Konflik Global Memanas, Pemkot Surabaya Kunci Inflasi Lewat Intervensi Pasar

  • Penulis : Redaksi
  • | Jumat, 06 Mar 2026 13:10 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bergerak cepat mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini menyusul memanasnya situasi di Timur Tengah setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk Teheran, pada Sabtu (28/2/2026), yang dilaporkan menimbulkan kerusakan dan korban sipil serta meningkatkan ketegangan di kawasan.

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap fluktuasi harga energi global, terutama potensi kenaikan harga minyak dunia. Isu pemblokiran Selat Hormuz turut menjadi perhatian karena berisiko mengganggu distribusi energi internasional dan berdampak langsung pada harga BBM serta kebutuhan pokok.

Baca Juga: ‎Pemasangan Kabel WiFi TBG di Jalan Praban Disorot, Diduga Tanpa Kelengkapan Izin dan Buka Paksa Tutup Drainase

Menanggapi perkembangan tersebut, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dan menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah pusat terkait situasi global. Ia menambahkan, terdapat imbauan agar perjalanan luar negeri yang tidak mendesak dapat ditunda sementara dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan dinamika global yang berkembang. 

Di sisi lain, Wali Kota Eri mengatakan bahwa potensi ancaman inflasi telah dibahas berulang kali bersama seluruh pemangku kepentingan di Surabaya. Pemkot Surabaya akan memantau perkembangan dan skala kenaikan harga hingga pekan depan sebagai langkah antisipatif.

“Ini sudah kita rapatkan berulang kali dengan semua stakeholder terkait kemungkinan inflasi. Kita lihat skala harga sampai minggu depan. Karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir ketika harga minyak naik otomatis akan mempengaruhi harga semua barang di Indonesia, khususnya Surabaya,” ujar Wali Kota Eri, Kamis (5/3/2026).

Sebagai kepala daerah, ia menegaskan bahwa prioritas Pemkot Surabaya adalah mencegah gejolak global tersebut menjalar menjadi lonjakan harga yang sulit dikendalikan di tingkat lokal. Menurutnya, dinamika geopolitik berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok, sehingga penguatan strategi pengendalian inflasi di daerah menjadi langkah yang harus segera diintensifkan.

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah potensi dampak terhadap inflasi. Kondisi geopolitik bisa berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Karena itu, kami akan memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah,” tegasnya.

Pemkot Surabaya akan mengintensifkan pemantauan harga di pasar, memperkuat koordinasi dengan distributor, serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman. Selain itu, intervensi melalui Pasar Murah juga disiapkan sebagai langkah konkret menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Kasus Hipertensi Tembus 248 Ribu, Pemkot Surabaya Keluarkan Aturan Ketat Konsumsi GGL

“Kita akan melakukan Pasar Murah. Kita juga akan menjaga inflasi agar di Surabaya tidak tinggi meskipun dengan kejadian global ini,” imbuhnya.

Seiring dengan itu, Pemkot Surabaya terus mencermati perkembangan situasi internasional dan menyiapkan langkah-langkah strategis demi menjaga stabilitas ekonomi serta ketenteraman masyarakat Kota Pahlawan.

“Yang terpenting bagi kami di daerah adalah menjaga stabilitas dan kondusivitas kota. Jangan sampai terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali akibat situasi global,” lanjutnya.

Terkait pendataan warga Surabaya yang berada di luar negeri, Pemkot Surabaya telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. Berdasarkan informasi yang diterima, warga Indonesia, termasuk warga Surabaya, dalam kondisi aman.

Baca Juga: Sarasehan IKA UINSA Malah Munculkan Calon Rektor dari Kalangan Guru Besar Perempuan

Wali Kota Eri juga memastikan tidak ada pejabat Pemkot Surabaya yang sedang menjalankan ibadah umrah di tengah situasi tersebut. “Enggak ada, insyaallah enggak ada,” ujarnya.

Di samping langkah pengendalian inflasi, ia kembali mengimbau masyarakat untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak.

“Kepada masyarakat Surabaya, saya mengimbau agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak. Dengan melihat situasi saat ini, demi keamanan dan keselamatan, perjalanan tersebut bisa dijadwalkan ulang,” pungkasnya. (Red)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba dan Miras

Lamongan - - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda, Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D.,

Polres Lamongan Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas Berisiko Fatal

Lamongan - Polres Lamongan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Semeru 2026 pada Senin (26/10/2026) pukul 07.45 hingga 08.00

Polda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Pria 40 Tahun Jadi Tersangka

SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang perempuan dan seorang a

Jelang Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak generasi muda untuk terus m

Kapolda Bali Kunjungi DPRD Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Denpasar Bali - - Mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antar-unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolda Bali Irjenpol Pasma

Perkuat Sinergi, Kapolda Bali dan Bank Indonesia Bahas Pengamanan Sistem Pembayaran serta Pencegahan Uang Palsu

Bali -Kapolda Bali Irjen Pol Dr Pasma Royce SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali di Mapolda Bali,