Rabu, 16 Sep 2026 23:15 WIB

Saat Karangasem Bergerak Cepat, Publik Masih Menunggu Kejelasan Kasus Kabel Telkom di Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Selasa, 16 Jun 2026 16:35 WIB

Surabaya, - Keberhasilan Polres Karangasem mengungkap kasus pencurian kabel milik PT Telkom Indonesia menunjukkan bahwa tindak kejahatan yang terorganisir sekalipun dapat diungkap apabila proses penyelidikan dilakukan secara serius, cepat, dan terukur. Dalam kasus tersebut, polisi tidak hanya berhasil menangkap para pelaku, tetapi juga mengungkap modus operandi, alur distribusi hasil curian, hingga mengamankan berbagai barang bukti yang digunakan untuk menjalankan aksi pencurian.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa pencurian kabel telekomunikasi bukanlah tindak pidana biasa. Selain menimbulkan kerugian materi yang besar, aksi tersebut juga berpotensi mengganggu layanan komunikasi masyarakat, aktivitas bisnis, hingga pelayanan publik yang bergantung pada jaringan telekomunikasi.

Namun keberhasilan Polres Karangasem tersebut secara tidak langsung memunculkan pertanyaan publik terkait penanganan dugaan kasus serupa yang terjadi di Surabaya, khususnya di kawasan Jemursari dan Rungkut Industri. Pasalnya, hingga saat ini perkembangan penanganan kasus tersebut belum banyak diketahui masyarakat.

Padahal informasi mengenai dugaan aktivitas penggalian dan pengambilan kabel telah beberapa kali menjadi perbincangan. Bahkan pihak PT PRM disebut telah menyampaikan laporan dan memberikan keterangan terkait dugaan kerugian yang dialami. Sayangnya, sampai saat ini publik belum melihat adanya perkembangan signifikan yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat.

Kondisi ini tentu menimbulkan tanda tanya. Jika di Karangasem aparat mampu mengungkap jaringan pencurian kabel beserta modus yang digunakan, mengapa penanganan kasus yang menjadi perhatian publik di Surabaya terkesan berjalan lambat? Apakah terdapat kendala teknis dalam proses penyelidikan? Apakah masih menunggu alat bukti tambahan? Atau ada faktor lain yang menyebabkan proses pengungkapan membutuhkan waktu lebih panjang?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut wajar muncul karena masyarakat berhak mengetahui sejauh mana perkembangan laporan yang telah disampaikan. Transparansi penanganan perkara menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Publik tentu tidak sedang meminta penyidik membuka seluruh materi penyidikan. Namun setidaknya ada penjelasan mengenai progres penanganan perkara sehingga tidak menimbulkan asumsi maupun spekulasi liar di tengah masyarakat. Keterbukaan informasi yang proporsional justru akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus pencurian kabel bukan hanya menyangkut kerugian perusahaan semata. Dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas ketika jaringan komunikasi terganggu. Oleh karena itu, penanganannya membutuhkan keseriusan yang sama sebagaimana kasus-kasus strategis lainnya.

Keberhasilan Polres Karangasem seharusnya dapat menjadi contoh bahwa pengungkapan kasus pencurian kabel memerlukan langkah cepat, koordinasi yang kuat, serta komitmen untuk menelusuri seluruh pihak yang terlibat, mulai dari pelaku lapangan hingga pihak-pihak yang diduga menikmati hasil kejahatan tersebut.

Masyarakat Surabaya kini menunggu kepastian. Bukan sekadar kabar bahwa kasus masih berjalan, melainkan hasil nyata yang dapat menjawab berbagai pertanyaan yang selama ini muncul. Jika memang penyelidikan masih berlangsung, publik berhak mengetahui bahwa perkara tersebut tetap menjadi perhatian serius aparat penegak hukum. Namun jika telah ditemukan fakta-fakta baru, masyarakat juga layak memperoleh informasi yang cukup agar tidak muncul kesan bahwa laporan yang telah disampaikan menguap tanpa kejelasan.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan penegakan hukum bukan hanya pada banyaknya laporan yang diterima, tetapi juga pada kemampuan mengungkap perkara secara profesional, transparan, dan tuntas. Karena itu, publik berharap Polrestabes Surabaya dapat memberikan kepastian terkait perkembangan kasus dugaan pencurian kabel Telkom di Jemursari dan Rungkut Industri sehingga tidak menimbulkan pertanyaan berkepanjangan di tengah masyarakat.

Ketika daerah lain mampu membuktikan bahwa jaringan pencurian kabel dapat diungkap hingga ke akar-akarnya, publik tentu berhak bertanya mengapa kasus yang menjadi sorotan di Surabaya belum menunjukkan hasil yang sama. Pertanyaan itu bukan bentuk tuduhan, melainkan tuntutan akan kepastian hukum dan transparansi yang menjadi hak setiap warga negara.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

MIRIS! 3 Tahun Kasus Penganiayaan Siswa SMK Rajasa Mengendap di Polrestabes Surabaya, TBL/B/286/XI/2023 Jalan di Tempat

Surabaya – Penanganan laporan dugaan penganiayaan terhadap siswa SMK Rajasa Surabaya menjadi sorotan. Setelah hampir tiga tahun sejak laporan dibuat, keluarga k

Magetan Darurat Solar Subsidi? Aktivitas Gudang di Sendang Kamal Kembali Disorot, Kinerja Satreskrim Dipertanyakan

MAGETAN – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali menjadi sorotan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Aktivitas yang disebut b

Satgas Pangan Polres Ngawi Pantau Harga dan Stok Beras, Pasokan Premium Masih Terjaga

NGAWI – Satgas Pangan Polres Ngawi bersama sejumlah instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap harga, stok, keamanan, dan mutu beras di wilayah K

PSIM Tumbang di GBT! Persebaya Amankan 3 Poin Penting Lewat Gol Alex Martins

Surabaya -  Lagu kebanggaan “Song for Pride” kembali menggema di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Minggu (13/9/2026) malam. Ribuan Bonek dan Bonita men

Poster Promosi Zona Club Beratribut Polri Disorot, AMI Siapkan Aksi Besar-besaran

Surabaya - Polemik poster promosi Zona Club Surabaya yang menampilkan perempuan dengan pakaian menyerupai seragam Polri lengkap dengan atribut dan logo

Sambut Maulid Nabi, Pemdes Tengket dan Fatayat NU Arosbaya Ajak Warga Hadir Berselawat

Sambut Maulid Nabi, Pemdes Tengk BANGKALAN – Keluarga Besar Kepala Desa Tengket, H. Suli, akan menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dusun Bintang,