Tas Berisi Rp57 Juta Dicuri di Lapak Bendera, Polisi Diminta Segera Dalami CCTV
- Penulis : Redaksi
- | Jumat, 14 Agu 2026 14:38 WIB
SURABAYA – Seorang warga Kabupaten Blitar menjadi korban pencurian saat berjualan bendera di Kota Surabaya. Tas ransel miliknya yang berisi uang tunai Rp57 juta serta sejumlah dokumen penting dilaporkan hilang ketika korban tertidur di lapak jualannya.
Peristiwa tersebut terjadi di lapak jual bendera di Jalan Jolotundo, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada Selasa dini hari, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama Pitono (29), warga Dusun Sidorejo RT 04 RW 02, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar. Ia datang ke Surabaya untuk berjualan bendera dan biasa beristirahat di lokasi tempatnya berjualan.
Berdasarkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/282/B/VIII/2026/JATIM/RESTABES SBY/SEK.TBSH, kejadian bermula ketika korban tertidur di dalam lapak.
Di samping korban terdapat tas ransel berwarna hitam abu-abu merek ALTO yang berisi sejumlah barang berharga.
Saat terbangun sekitar pukul 04.00 WIB, korban mendapati tas tersebut sudah tidak berada di tempat semula. Setelah mencari di sekitar lokasi namun tidak menemukannya, korban kemudian menyadari barang miliknya diduga telah diambil oleh orang yang tidak dikenal.
“Pelapor tertidur di lapak. Saat terbangun tas ranselnya sudah tidak ada,” demikian keterangan dalam laporan yang diterima Polsek Tambaksari.
Korban kemudian mendatangi Polsek Tambaksari untuk melaporkan kejadian tersebut pada hari yang sama sekitar pukul 14.30 WIB.
Barang yang Hilang
Berdasarkan laporan korban, tas tersebut berisi uang tunai sebesar Rp57 juta, pakaian pribadi, KTP, SIM A, SIM C, serta STNK kendaraan Daihatsu Pick Up dengan nomor polisi AG 8446 KL.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil sekitar Rp57 juta.
Laporan tersebut diterima dan diproses sebagai dugaan tindak pidana pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 KUHP UU RI Nomor 1 Tahun 2023.
CCTV Diduga Merekam Aktivitas di Sekitar Lokasi
Informasi yang dihimpun menyebutkan terdapat rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian yang diduga dapat membantu mengungkap hilangnya tas milik korban.
Sejumlah warga menyebut terdapat sosok yang diduga terekam dalam CCTV dan dikaitkan dengan kejadian tersebut. Warga juga menyebut nama seseorang berinisial atau bernama Rochman yang disebut berdomisili di kawasan Pacar Keling Gang 6, Surabaya.
Namun, informasi tersebut belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak kepolisian. Karena itu, orang yang disebut dalam informasi warga tersebut belum dapat dinyatakan sebagai pelaku.
Rekaman CCTV diharapkan dapat diperiksa secara menyeluruh oleh penyidik untuk memastikan identitas orang yang terekam serta mengetahui apakah terdapat kaitan dengan peristiwa hilangnya tas milik korban.
Informasi Dugaan Pembelian Motor
Selain rekaman CCTV, terdapat pula informasi dari warga mengenai dugaan penggunaan uang yang disebut berkaitan dengan perkara tersebut untuk membeli sepeda motor Honda Beat.
Informasi tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Jika diperlukan dalam proses penyelidikan, informasi tersebut dapat ditelusuri melalui waktu pembelian, sumber dana, pihak yang melakukan transaksi, serta hubungan transaksi dengan perkara yang dilaporkan korban.
Hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi dari kepolisian yang menyatakan bahwa sepeda motor Honda Beat tersebut dibeli menggunakan uang milik Pitono yang hilang.
Polisi Diharapkan Bergerak Cepat
Dengan adanya informasi mengenai rekaman CCTV, keterangan warga, serta dugaan transaksi pembelian sepeda motor, polisi diharapkan dapat segera melakukan pendalaman untuk mengungkap perkara tersebut.
Pemeriksaan CCTV secara detail, pemeriksaan saksi-saksi di sekitar lokasi, pendalaman keterangan korban, serta penelusuran terhadap barang dan dugaan aliran uang dapat menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
Kecepatan penanganan juga dinilai penting mengingat barang yang dilaporkan hilang berupa uang tunai dalam jumlah besar dan sejumlah dokumen penting milik korban.
Di sisi lain, korban berharap pihak kepolisian dapat memberikan penjelasan mengenai perkembangan penanganan laporan serta memastikan seluruh informasi mengenai kronologi dan barang yang hilang tercatat secara jelas.
Hal tersebut penting agar korban memperoleh kepastian terkait proses hukum atas laporan yang telah dibuat.
Tindak Lanjut Penyelidikan
Unit Reskrim Polsek Tambaksari diharapkan melakukan sejumlah langkah penyelidikan, di antaranya memeriksa saksi di sekitar lokasi, mendalami keterangan korban, mengamankan dan memeriksa rekaman CCTV, mencocokkan rekaman dengan keterangan saksi, serta menelusuri keberadaan barang-barang milik korban.
Penyidik juga diharapkan dapat memastikan identitas orang yang terekam CCTV serta mendalami informasi mengenai sepeda motor Honda Beat yang disebut-sebut berkaitan dengan perkara tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pedagang yang berjualan di ruang terbuka, agar lebih berhati-hati dalam menjaga barang berharga.
Masyarakat disarankan tidak menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di dalam tas yang diletakkan di tempat terbuka. Apabila harus beristirahat di lokasi berjualan, barang berharga sebaiknya ditempatkan di lokasi yang lebih aman dan tetap dalam pengawasan.
Warga yang mengetahui informasi mengenai kejadian tersebut, keberadaan barang milik korban, rekaman CCTV, maupun informasi lain yang dapat membantu proses penyelidikan diharapkan menyampaikannya kepada pihak kepolisian.
(Red)
Editor : Redaksi