Rabu, 29 Jul 2026 06:34 WIB

Super Flu, Virus Apalagi? Ini Penjelasan Wali Kota Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 07 Jan 2026 13:58 WIB
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi

NUSABARU - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan. Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas warga, termasuk potensi penyebaran virus super flu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan kasus di Kota Pahlawan. Meski demikian, langkah pencegahan tetap dilakukan, khususnya bagi masyarakat yang melakukan aktivitas liburan, baik di dalam kota maupun yang baru kembali dari luar negeri.

"Hingga saat ini belum ada laporan resmi. Namun kami tetap memberikan imbauan kepada warga yang merayakan libur Nataru, baik di tempat hiburan lokal maupun yang baru kembali dari luar negeri," ujar Wali Kota Eri, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, bagi pelaku perjalanan dari luar negeri, prosedur skrining telah diterapkan secara ketat. Pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan suhu tubuh saat kedatangan, dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap berbagai potensi penyakit, termasuk virus super flu.

Sementara itu, untuk mobilitas dalam negeri, Wali Kota Eri menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan.

"Kami berharap masyarakat memiliki kesadaran sendiri. Jika merasa kondisi tubuh kurang sehat, seperti demam, batuk, atau gejala flu lainnya, segera melapor ke fasilitas kesehatan terdekat," tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya telah menyiagakan seluruh puskesmas serta memperkuat koordinasi dengan rumah sakit. Seluruh fasilitas kesehatan diminta untuk segera melaporkan apabila menemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada penyakit menular, termasuk super flu, untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

"Jika dalam pemeriksaan ditemukan indikasi tertentu, harus segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan," kata dia.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan pasien yang terpapar virus super flu di Surabaya. Meski demikian, Dinkes terus melakukan berbagai langkah antisipatif secara aktif dan berkelanjutan untuk mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan.

“Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans kesehatan dan pemantauan kasus ISPA dan influenza di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes), peningkatan kesiapsiagaan puskesmas dan rumah sakit dalam pelayanan kasus penyakit pernapasan, serta penerapan standar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI),” ujar Nanik.

Selain itu, Dinkes Surabaya juga memperkuat edukasi dan promosi kesehatan kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit kronis. Koordinasi lintas sektor terus dilakukan bersama rumah sakit rujukan, kecamatan, kelurahan, kader kesehatan, hingga Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

Nanik menjelaskan, sistem deteksi dini dan pelaporan cepat juga telah berjalan. Setiap kasus penyakit pernapasan dicatat dan dianalisis secara harian untuk memantau kecenderungan peningkatan kasus di suatu wilayah. “Jika ditemukan pasien dengan gejala flu berat atau tidak biasa, fasilitas kesehatan wajib melakukan skrining lanjutan dan melaporkannya melalui sistem pelaporan resmi dalam waktu kurang dari 24 jam,” terangnya.

Terkait isu super flu, Dinkes Surabaya menegaskan bahwa istilah tersebut bukan istilah medis resmi. Istilah super flu umumnya digunakan untuk menggambarkan influenza atau infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dengan gejala yang dirasakan lebih berat atau penyebarannya cepat di masyarakat.

Nanik menambahkan, gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam mendadak, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot, hingga tubuh terasa lemas. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya informasi yang belum jelas sumbernya, serta selalu mengakses informasi kesehatan dari kanal resmi pemerintah.

“Jika mengalami gejala flu yang berat atau tidak membaik, segera periksakan diri ke puskesmas atau rumah sakit. Tetap terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, etika batuk dan bersin, serta jaga daya tahan tubuh,” imbaunya.

Sebagai informasi, sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, melaporkan hingga akhir Desember 2025 terdapat 62 kasus influenza A(H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi di Indonesia. Kemenkes memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya. (Red)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kapolres Binjai Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Lapas Kelas IIA Binjai

Binjai – Dalam upaya mempererat sinergi antar aparat penegak hukum, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H. m

AKBP Arif Fazlurrahman Resmi Jabat Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Adhytiawarman Gautama Putra Nahkodai Polres Lamong

Lamongan – Rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali bergulir sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier

Usut Jaringan Narkoba, Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi

  PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap tiga kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dalam pengungkapan yang me

Jelang Alih Tugas, AKBP Bramastyo Titip Semangat Pengabdian kepada Jajaran Polres Kediri*

Kediri— Tak ada evaluasi panjang ataupun instruksi teknis yang mendominasi apel pagi di Mapolres Kediri, Senin (27/7/2026). Sebaliknya, AKBP Bramastyo Priaji,

Mantan Napi Klas 1 Malang Buka Suara, Sebut Bandar Narkoba Bisa Aman Asal Setor ke Oknum Petugas*

Surabaya, - Seorang mantan warga binaan berinisial SA asal Malang mengaku tidak lagi sanggup bungkam. Setelah bebas pada 29 Juni 2026, ia memilih menyampaikan

Persebaya Bungkam Persija 1-0 di Piala Presiden 2026, Gol Bunuh Diri Pankov Jadi Penentu Kemenangan Bajul Ijo

Surabaya, Minggu (26 Juli 2026) – Persebaya Surabaya memulai kiprahnya di ajang Piala Presiden 2026 dengan hasil manis setelah berhasil menaklukkan Persija J