Rabu, 29 Jul 2026 06:35 WIB

Ketua II PC PMII Surabaya Nilai 100 Hari Kepemimpinan PKC PMII Jatim Gagal Bangun Gerakan dan Aspirasi Cabang*

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 16 Mei 2026 13:46 WIB

SURABAYA — Ketua II PC PMII Surabaya, Abdul Azis, menilai 100 hari kepemimpinan PKC PMII Jawa Timur menunjukkan kegagalan dalam membangun arah gerakan organisasi yang berpihak pada kader dan masyarakat. Kritik tersebut disampaikan menyusul minimnya keterlibatan cabang PMII di daerah dalam proses konsolidasi organisasi serta absennya PKC dalam berbagai isu sosial yang menyangkut kepentingan rakyat.

 

Menurut Abdul Azis, kepemimpinan PKC PMII Jawa Timur saat ini terlalu berorientasi pada agenda seremonial, simbolisme organisasi, dan kedekatan dengan kekuasaan, namun lemah dalam penguatan gerakan kader maupun advokasi terhadap persoalan sosial masyarakat Jawa Timur.

 

“Seratus hari adalah waktu yang cukup untuk menunjukkan arah kepemimpinan organisasi. Tetapi yang terlihat justru dominasi pencitraan dan agenda formal, sementara isu-isu rakyat dan aspirasi cabang semakin jauh dari perhatian,” tegas Abdul Azis.

 

Ia menyoroti bahwa banyak cabang PMII di daerah merasa tidak mendapatkan ruang dialog yang sehat dalam menentukan arah gerakan organisasi. Menurutnya, PKC seharusnya menjadi ruang konsolidasi kolektif dan penguatan perjuangan kader di Jawa Timur, bukan berjalan secara elitis dan terpusat pada kepentingan tertentu.

 

Selain itu, Abdul Azis juga mengkritik absennya PKC PMII Jawa Timur dalam beberapa momentum penting perjuangan masyarakat, termasuk isu kesejahteraan buruh dalam agenda May Day. Di saat banyak elemen masyarakat sipil turun mengawal kepentingan pekerja dan kaum mustadh’afin, elit organisasi justru dinilai lebih sibuk berada di sekitar agenda kekuasaan, termasuk mendampingi kegiatan misi dagang ke luar negeri yang dianggap tidak memiliki urgensi langsung terhadap persoalan rakyat kecil.

 

“Ini menjadi ironi gerakan. Ketika rakyat membutuhkan keberpihakan dan pengawalan isu sosial, organisasi justru lebih nyaman berada di lingkar seremoni kekuasaan. PMII tidak boleh kehilangan watak kritis dan keberpihakannya kepada masyarakat,” lanjutnya.

 

Menurut Abdul Azis, kondisi tersebut menjadi refleksi serius bagi masa depan gerakan PMII di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa organisasi kader harus kembali pada marwah perjuangannya sebagai kekuatan moral, intelektual, dan sosial yang hadir membersamai masyarakat, bukan sekadar menjadi pelengkap agenda simbolik dan politik kekuasaan.

 

“Kalau organisasi hanya ramai di seremoni tetapi absen di penderitaan rakyat, maka yang hilang bukan sekadar arah gerakan, tetapi juga legitimasi moral PMII di hadapan kader dan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Kapolres Binjai Jalin Silaturahmi dan Perkuat Sinergi dengan Lapas Kelas IIA Binjai

Binjai – Dalam upaya mempererat sinergi antar aparat penegak hukum, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.H., S.I.K., M.H. m

AKBP Arif Fazlurrahman Resmi Jabat Wadirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Adhytiawarman Gautama Putra Nahkodai Polres Lamong

Lamongan – Rotasi jabatan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali bergulir sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan pengembangan karier

Usut Jaringan Narkoba, Satresnarkoba Polres Pasuruan Amankan 41 Paket Sabu dari Tiga Lokasi

  PASURUAN – Satresnarkoba Polres Pasuruan mengungkap tiga kasus peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dalam pengungkapan yang me

Jelang Alih Tugas, AKBP Bramastyo Titip Semangat Pengabdian kepada Jajaran Polres Kediri*

Kediri— Tak ada evaluasi panjang ataupun instruksi teknis yang mendominasi apel pagi di Mapolres Kediri, Senin (27/7/2026). Sebaliknya, AKBP Bramastyo Priaji,

Mantan Napi Klas 1 Malang Buka Suara, Sebut Bandar Narkoba Bisa Aman Asal Setor ke Oknum Petugas*

Surabaya, - Seorang mantan warga binaan berinisial SA asal Malang mengaku tidak lagi sanggup bungkam. Setelah bebas pada 29 Juni 2026, ia memilih menyampaikan

Persebaya Bungkam Persija 1-0 di Piala Presiden 2026, Gol Bunuh Diri Pankov Jadi Penentu Kemenangan Bajul Ijo

Surabaya, Minggu (26 Juli 2026) – Persebaya Surabaya memulai kiprahnya di ajang Piala Presiden 2026 dengan hasil manis setelah berhasil menaklukkan Persija J