Rabu, 28 Okt 2026 01:39 WIB

Sekretaris Aliansi Madura Indonesia Abdul Aziz Desak Kemenag Bentuk Satgas Anti-Pelecehan di Pesantren Jawa Timur

  • Penulis : Redaksi
  • | Sabtu, 16 Mei 2026 19:08 WIB

SURABAYA — Sekretaris Aliansi Madura Indonesia, Abdul Aziz, S.H., mendorong Kementerian Agama Republik Indonesia untuk segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Pelecehan Seksual di lingkungan pondok pesantren, khususnya di wilayah Jawa Timur. Langkah tersebut dinilai penting sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap santri sekaligus menjaga marwah pesantren sebagai pusat pendidikan moral dan keagamaan.

 

Menurut Abdul Aziz, Jawa Timur sebagai salah satu daerah dengan jumlah pondok pesantren terbesar di Indonesia membutuhkan sistem pengawasan dan perlindungan yang lebih terstruktur, profesional, serta berpihak pada keselamatan santri.

 

“Pesantren merupakan pilar pendidikan umat dan memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi bangsa. Karena itu, negara melalui Kementerian Agama harus hadir dengan langkah konkret untuk memastikan lingkungan pesantren tetap aman, sehat, dan terbebas dari segala bentuk kekerasan maupun pelecehan,” ujar Abdul Aziz di Surabaya, Jumat (15/5/2026).

 

Ia menilai, pembentukan Satgas Anti-Pelecehan di lingkungan pesantren bukan semata respons atas munculnya sejumlah kasus di berbagai daerah, melainkan bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun sistem perlindungan yang preventif dan berkelanjutan.

 

Abdul Aziz menegaskan, satgas tersebut harus melibatkan unsur profesional, pendamping psikologis, tokoh pendidikan, hingga lembaga perlindungan perempuan dan anak agar proses penanganan laporan berjalan objektif serta memberikan rasa aman bagi korban.

 

“Jangan sampai ada santri yang kehilangan keberanian untuk bersuara karena takut terhadap tekanan atau stigma. Negara harus menjamin adanya ruang pengaduan yang aman, independen, dan berpihak kepada korban,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, ia juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme pengawasan di lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk penguatan edukasi terkait pencegahan kekerasan seksual dan perlindungan hak-hak santri di pesantren.

 

Sebagai daerah yang dikenal dengan kultur pesantren yang kuat, Abdul Aziz berharap Jawa Timur dapat menjadi pelopor dalam menghadirkan sistem perlindungan santri yang lebih modern, humanis, dan berkeadilan.

 

“Kepercayaan masyarakat terhadap pesantren harus dijaga bersama. Jangan biarkan tindakan segelintir oknum merusak kehormatan lembaga pendidikan yang selama ini menjadi benteng moral masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Cegah Kenakalan Remaja, Kapolres Lamongan Ajak Pelajar SMPN 1 Jauhi Narkoba dan Miras

Lamongan - - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda, Kapolres Lamongan AKBP Adhytiawarman Gautama Putra, Ph.D.,

Polres Lamongan Gelar Operasi Patuh Semeru 2026, Sasar Pelanggaran Lalu Lintas Berisiko Fatal

Lamongan - Polres Lamongan melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Patuh Semeru 2026 pada Senin (26/10/2026) pukul 07.45 hingga 08.00

Polda Jatim Ungkap Dugaan Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Pria 40 Tahun Jadi Tersangka

SURABAYA – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur mengungkap dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap seorang perempuan dan seorang a

Jelang Hari Sumpah Pemuda ke-98, Polda Jatim Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan dan Bijak Bermedsos

SURABAYA – Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026, Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengajak generasi muda untuk terus m

Kapolda Bali Kunjungi DPRD Provinsi Bali, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Denpasar Bali - - Mempererat tali silaturahmi dan memperkuat sinergi antar-unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolda Bali Irjenpol Pasma

Perkuat Sinergi, Kapolda Bali dan Bank Indonesia Bahas Pengamanan Sistem Pembayaran serta Pencegahan Uang Palsu

Bali -Kapolda Bali Irjen Pol Dr Pasma Royce SIK MH menerima kunjungan silaturahmi dari Pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bali di Mapolda Bali,