Kamis, 18 Jun 2026 23:02 WIB

Dinilai "Mandul" dan Tutup Mata, Unjuk Rasa Jejak Jatim Desak Pencopotan Komisaris Bank UMKM Jatim Berakhir Deadlock

  • Penulis : Redaksi
  • | Kamis, 18 Jun 2026 20:54 WIB

SURABAYA – Aksi unjuk rasa yang digelar oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jejak Jatim di depan kantor Bank UMKM Jawa Timur, Kamis (18/6), berakhir buntu (deadlock). Massa aksi yang dipimpin oleh Abd. Aziz, S.H., meluapkan kekecewaannya lantaran pihak manajemen Bank UMKM Jatim dinilai tidak transparan dan terkesan menyembunyikan oknum pejabat yang bermasalah.

​Dalam tuntutannya, Jejak Jatim mendesak Gubernur Jawa Timur selaku pemegang saham pengendali untuk segera mereformasi total manajemen Bank UMKM Jawa Timur. Poin utama yang menjadi sorotan tajam adalah tuntutan pencopotan dan pemecatan Dr. Kartika Hidayati dari jabatannya sebagai Komisaris Independen Bank UMKM Jatim.

​Tidak hanya menuntut pencopotan jabatan, Abd. Aziz juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memeriksa rekam jejak Kartika Hidayati saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lamongan periode 2016–2021. Kartika diduga kuat terlibat dalam pusaran kasus korupsi pembangunan Gedung Pemkab Lamongan.

​"Kami meminta KPK tidak berhenti pada empat tersangka saja—di mana tiga sudah ditahan dan satu buron. Mantan Wakil Bupati Lamongan yang sekarang duduk nyaman sebagai Komisaris Bank UMKM Jatim ini harus diperiksa! Kami mendesak KPK mengusut tuntas aliran dana, aset, serta pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari praktik korupsi tersebut, termasuk mantan Bupati Lamongan," tegas Aziz dalam orasinya.

​Kekecewaan massa memuncak saat sesi audiensi. Pihak Bank UMKM Jatim dinilai tidak memiliki iktikad baik karena hanya mendelegasikan bagian Humas untuk menemui demonstran, alih-alih menghadirkan Kartika Hidayati atau jajaran direksi penentu kebijakan.

​"Mana yang bersangkutan? Kenapa tidak berani menemui kami langsung? Padahal surat pemberitahuan aksi ini sudah kami kirimkan satu minggu sebelumnya. Ada apa sebenarnya? Kenapa disembunyikan?" cecar Aziz dengan nada tinggi saat audiensi.

​Perwakilan Humas Bank UMKM Jatim, Riyan, yang menerima massa aksi hanya memberikan jawaban normatif. Ia menyatakan bahwa seluruh tuntutan dari Jejak Jatim akan ditampung dan disampaikan kepada pimpinan tertinggi.

​Mendengar jawaban tersebut, Abd. Aziz langsung memotong pembicaraan dan memilih walk out (meninggalkan ruangan) bersama delegasinya. Jejak Jatim menilai audiensi tersebut sia-sia dan hanya formalitas belaka.

​"Kalau cuma dijawab 'nanti saya sampaikan ke pimpinan' sambil manggut-manggut saja, percuma kita berdebat. Itu lagu lama! Apakah Kartika Hidayati ini tidak pernah masuk kantor? Surat sudah masuk seminggu lalu tapi tidak ada hasil," ketus Aziz meradang.

​Sebelum membubarkan diri, Jejak Jatim memberikan peringatan keras kepada pihak manajemen dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret atau ruang dialog langsung dengan pengambil kebijakan beserta Kartika Hidayati, mereka berjanji akan kembali turun ke jalan dengan gelombang massa yang jauh lebih besar.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Pimpin Langsung Pengamanan Suroan, Kapolres Trenggalek Paparkan Strategi dan Langkah Tindak Penanganan

Kejamrealita.net, Polres Trenggalek – Kepala Kepolisian Resor Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H. memaparkan metode pengamanan Suroan sekaligus pengesahan w

Kapolres Trenggalek Apresiasi Suroan dan Pengesahan Warga Baru Pencak Silat Kondusif: Berkat Kerja Keras Semua Pihak

Kejamrealita.net, Polres Trenggalek – Acara Suroan sekaligus pengesahan warga baru perguruan pencak silat di Kabupaten Trenggalek sukses digelar tanpa insiden b

Kurang dari 24 Jam, Satreskrim Polresta Banyuwangi Ungkap Kasus Pencurian Outdoor AC

BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan spesialis komponen luar (outdoor) p

AMI Demo DPW PAN Jatim, Desak Tindak Tegas Dugaan Pemotongan Dana Reses Juliana Eva Wati

  Surabaya - Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Madura Indonesia (AMI) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPW PAN Jawa Timur, Kamis (18/6/2026). Aksi tersebut

Kapolresta Banyuwangi Sambangi Umat Hindu Saat Galungan dan Kuningan, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Antarumat Beragama

BANYUWANGI – Semangat toleransi, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama kembali ditunjukkan oleh jajaran Polresta Banyuwangi. Dalam rangka perayaan Hari

Maxim Indonesia Buka Suara Terkait Dugaan Hilangnya Dokumen Pengiriman di Surabaya

SURABAYA – Maxim Indonesia akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait kasus dugaan hilangnya dokumen penting milik pelanggan dalam layanan Maxim Delivery yang