Senin, 07 Sep 2026 10:41 WIB

PPDS Ilmu Kesehatan Anak Unair Teliti Deteksi Dini dan Faktor Risiko Bullying di SMP PGRI 6 Surabaya

  • Penulis : Redaksi
  • | Rabu, 26 Agu 2026 14:34 WIB

SURABAYA — Upaya pencegahan perundungan atau bullying di kalangan remaja terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Tidak hanya menjadi persoalan pendidikan, perundungan juga berkaitan erat dengan kesehatan mental serta tumbuh kembang anak dan remaja.

 

Hal tersebut menjadi perhatian mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Anak (IKA) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) melalui penelitian bertajuk “Deteksi Dini, Karakteristik, dan Faktor Risiko Bullying pada Remaja di Kota Surabaya.”

 

Penelitian tersebut dilaksanakan di Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya, Jalan Bulak Rukem III Nomor 7–9, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Rabu (26/8/2026).

 

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB dengan kedatangan dr. Ashfahani Imanadhia, mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, yang melakukan penelitian terhadap peserta didik SMP PGRI 6 Surabaya.

 

Penelitian tersebut diarahkan untuk memetakan kondisi psikososial remaja sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memicu terjadinya perundungan di lingkungan sekolah.

 

Ada tiga fokus utama dalam penelitian tersebut.

 

Pertama, deteksi dini perundungan. Penelitian menggunakan instrumen skrining kesehatan mental dan perilaku untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal remaja yang berisiko menjadi korban maupun pelaku perundungan, baik dalam bentuk fisik, verbal, sosial maupun cyberbullying.

 

Kedua, karakteristik remaja dan bentuk perundungan. Penelitian berupaya mengidentifikasi pola perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah serta melihat keterkaitannya dengan karakteristik peserta didik, seperti usia, jenis kelamin dan tingkat kelas.

 

Ketiga, pemetaan faktor risiko. Aspek yang dikaji mencakup lingkungan keluarga, dinamika kelompok teman sebaya, kondisi psikologis individu hingga atmosfer dan budaya yang berkembang di lingkungan sekolah.

 

Kehadiran mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak dalam penelitian tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi antara dunia medis dan institusi pendidikan dalam menangani persoalan kesehatan remaja.

 

Peran dokter spesialis anak tidak hanya berkaitan dengan penanganan kesehatan fisik, tetapi juga mencakup pemantauan tumbuh kembang serta aspek kesehatan mental anak dan remaja.

 

Guru Pendamping, Anis Laily Mufidah, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan penelitian tersebut memberikan manfaat bagi sekolah dalam memahami kondisi peserta didik secara lebih komprehensif.

 

Melalui kegiatan tersebut, sekolah diharapkan memperoleh gambaran berbasis data mengenai kondisi kesehatan mental siswa. Di sisi lain, tim medis juga dapat memperoleh gambaran langsung mengenai berbagai tantangan psikososial yang dihadapi remaja di lingkungan sekolah.

 

Hasil penelitian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai langkah pencegahan dan intervensi.

 

Di lingkungan sekolah, hasil penelitian dapat mendukung penyusunan program anti-perundungan yang lebih terarah, termasuk penguatan peran konselor sebaya serta sistem pelaporan yang aman dan ramah bagi siswa.

 

Bagi orang tua, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai tanda-tanda perubahan perilaku anak yang kemungkinan mengalami maupun melakukan perundungan.

 

Sementara bagi pemangku kebijakan, data penelitian dapat menjadi salah satu bahan masukan dalam pengembangan program kesehatan remaja serta kebijakan perlindungan anak dan sekolah sehat mental secara berkelanjutan.

 

Kepala Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya yang juga Ketua MKKS SMP Swasta Surabaya Utara serta alumni S2 Manajemen Pendidikan UNESA menyampaikan bahwa upaya deteksi dan pemetaan risiko sejak dini merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

 

Dengan adanya skrining dan pemetaan risiko tersebut, Sekolah Inspirasi SMP PGRI 6 Surabaya bersama mahasiswa PPDS Ilmu Kesehatan Anak diharapkan dapat terus membangun lingkungan belajar yang aman, inklusif dan mendukung tumbuh kembang optimal para remaja.

 

Langkah kolaboratif antara institusi pendidikan dan dunia medis tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam mencegah perundungan serta memperkuat perhatian terhadap kesehatan mental generasi muda di Kota Surabaya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Advokat Rikha Permatasari Resmi Dilantik sebagai Ketua DPC PERADI RAJA Mojokerto Raya

SURABAYA – POINFOMEDIA – Advokat Dr. (c) TNI AD (Purn.) Rikha Permatasari, S.H., M.H., C.Med., C.LO., C.PIM., resmi menerima mandat sekaligus dilantik sebagai K

ADVOKAT RIKHA PERMATASARI APRESIASI PENYIDIK UNIT II SATRESKRIM POLRES LAMONGAN: INTEGRITAS, PROFESIONALISME DAN PRESISI

Usai Dampingi Klien “S”, Advokat Rikha Sampaikan Terima Kasih atas Pelayanan Humanis dan ProfesionalLAMONGAN — Advokat Dr. (c) TNI AD (Purn.) Adv. Rikha Perma

Tertib Berlalu Lintas Berbuah Apresiasi, Kapolrestabes Surabaya Bagikan Helm Gratis kepada Pengendara

SURABAYA – Kepatuhan masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas mendapat apresiasi langsung dari jajaran Polrestabes Surabaya. Kapolrestabes Surabaya Kombes P

Kasat Lantas Polresta Tuban Ingatkan Pengendara: Keselamatan Adalah Jalan untuk Pulang ke Keluarga

TUBAN  – Keselamatan di jalan raya bukan sekadar persoalan mematuhi aturan lalu lintas, tetapi juga menyangkut nyawa serta keluarga yang setia menanti ke

Uang Muka Sewa Kapal Dipersoalkan, Suriani Adukan Dugaan Penggelapan ke Polresta Banjarmasin

BANJARMASIN —kejamrealita.net----Persoalan terkait pengembalian uang muka dalam kerja sama jasa penyewaan kapal berujung pada pengaduan ke Polresta B

Operasi Tumpas Narkoba 2026, Polres Lumajang Ungkap 23 Kasus dan Tangkap 29 Tersangka

Lumajang– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lumajang mengungkap 23 kasus peredaran narkoba selama pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2