Polda Jatim Ajak Orang Tua Tingkatkan Pengawasan untuk Lindungi Anak dari Situasi Membahayakan
- Penulis : Redaksi
- | Jumat, 28 Agu 2026 19:23 WIB
SURABAYA — Polda Jawa Timur mengajak para orang tua meningkatkan perhatian, komunikasi, dan pengawasan terhadap aktivitas anak. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah anak, khususnya pelajar, mudah terpengaruh ajakan atau provokasi yang dapat membawa mereka ke situasi berpotensi menimbulkan kericuhan dan membahayakan keselamatan.
Imbauan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya bersama melindungi anak sekaligus memberikan edukasi kepada generasi muda agar memahami pentingnya menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Jules Abraham Abast mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.
“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anaknya tidak ikut-ikutan berada di lokasi yang berpotensi terjadi kericuhan. Berikan pemahaman kepada mereka agar tidak mudah terprovokasi atau terpengaruh ajakan yang justru dapat membahayakan keselamatan maupun masa depan mereka,” ujar Kombes Pol. Abast.
Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara tertib dan bertanggung jawab serta tidak boleh berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan, maupun perbuatan lain yang melanggar hukum.
“Menyampaikan pendapat tentu harus kita hormati. Tetapi jangan sampai penyampaian aspirasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan atau perbuatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Terlebih bagi anak-anak dan pelajar, keselamatan dan masa depan mereka harus menjadi perhatian kita bersama,” jelasnya.
Kombes Pol. Abast juga mengajak orang tua membangun komunikasi yang baik dengan anak. Orang tua diharapkan mengetahui aktivitas, lingkungan pergaulan, serta informasi dan ajakan yang diterima anak melalui media sosial.
“Anak-anak kita hidup sangat dekat dengan media sosial. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengingatkan agar mereka tidak mudah percaya, terprovokasi, atau mengikuti ajakan yang belum tentu mereka pahami tujuan maupun risikonya,” tuturnya.
Selain orang tua, Polda Jatim mengajak para pelajar dan generasi muda agar lebih bijak dalam menerima informasi. Keikutsertaan dalam suatu kegiatan, kata Abast, hendaknya tidak hanya didasarkan pada keinginan untuk ikut-ikutan.
“Kami mengajak adik-adik pelajar dan generasi muda untuk berpikir jernih dan tidak mudah terprovokasi. Jangan karena ajakan teman atau informasi di media sosial kemudian ikut dalam kegiatan yang berpotensi membahayakan. Sampaikan pendapat dengan cara yang baik, bertanggung jawab, dan tidak melakukan tindakan kekerasan,” kata Kombes Pol. Abast.
Ia menegaskan, upaya melindungi anak membutuhkan kerja sama seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, hingga kepolisian.
“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga, kita bimbing, dan kita edukasi anak-anak kita. Jangan sampai karena ikut-ikutan atau terprovokasi, mereka justru menjadi korban ataupun terlibat dalam perbuatan yang dapat merugikan masa depan mereka,” pungkasnya.
Editor : Redaksi