Kamis, 13 Agu 2026 01:39 WIB

AMI Tolak Wacana Pemekaran Dapil Surabaya, Jangan Jadikan Demokrasi Sebagai Arena Kepentingan Politik

  • Penulis : Redaksi
  • | Minggu, 28 Jun 2026 21:47 WIB

Kejamrealita.net, Surabaya - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara tegas menyatakan menolak wacana pemekaran daerah pemilihan (dapil) di Kota Surabaya. AMI menilai kebijakan tersebut bukan merupakan kebutuhan mendesak masyarakat dan berpotensi menimbulkan polemik baru dalam proses demokrasi.

Ketua Umum DPP AMI, Baihaki Akbar, menegaskan bahwa pembahasan mengenai pemekaran dapil seharusnya tidak menjadi prioritas ketika masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari lapangan pekerjaan, kemiskinan, pelayanan publik, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran yang perlu mendapat perhatian serius.

"Kami menolak wacana pemekaran dapil apabila hanya didasarkan pada kepentingan politik tertentu. Demokrasi harus dibangun untuk memperkuat representasi rakyat, bukan menjadi instrumen yang justru membuka ruang kepentingan segelintir pihak," tegas Baihaki.

Menurutnya, perubahan konfigurasi dapil harus memiliki dasar yang kuat, transparan, serta benar-benar bertujuan meningkatkan kualitas keterwakilan masyarakat, bukan sekadar mengubah peta politik menjelang kontestasi pemilu.

AMI juga mengingatkan agar penyelenggara pemilu tetap menjaga independensi dan tidak mengambil kebijakan yang dapat memunculkan persepsi publik bahwa perubahan dapil dilakukan untuk menguntungkan pihak atau kelompok politik tertentu.

"Jangan sampai energi bangsa dihabiskan untuk membahas perubahan dapil, sementara persoalan yang langsung dirasakan masyarakat belum terselesaikan rakyat membutuhkan solusi konkret, bukan manuver politik yang berpotensi menambah beban demokrasi," lanjutnya.

AMI mendesak seluruh pihak agar lebih mengedepankan kepentingan masyarakat luas daripada kepentingan elektoral. 

Menurut organisasi tersebut, apabila memang akan dilakukan perubahan dapil, prosesnya harus melalui kajian akademis yang komprehensif, melibatkan partisipasi publik secara luas, serta dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.

"AMI akan mengawal setiap kebijakan yang berkaitan dengan demokrasi agar tetap berpihak kepada rakyat, bukan kepada kepentingan politik sesaat. Demokrasi adalah milik rakyat, sehingga setiap perubahan sistem harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan perpecahan," tutup Baihaki.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar Terbongkar, Polda Jatim Amankan Pemilik dan Ungkap 140 Korban

Arisan Online Fiktif Rp71 Miliar Terbongkar, Polda Jatim Ungkap 140 Korban   SURABAYA – Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Jawa Timur mengungkap ka

Kasatlantas Polres Probolinggo Kota Bagikan Bendera Merah Putih dan Reward bagi Pengendara Tertib

PROBOLINGGO KOTA – Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo Kota menggelar kegiatan pembagian bendera Merah Putih sekaligus memberikan reward kepada pengendara y

Sinergi Sistem Peradilan Pidana, Kapolres Lumajang Silaturahmi ke Ketua Pengadilan Negeri*

LUMAJANG – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan keterpaduan jajaran penegak hukum yang tergabung dalam Criminal Justice System (CJS), Kapolres Lumajang AKBP R

Polresta Denpasar Raih Penghargaan Kapolri, Sabet Predikat Pelayanan Prima 

Denpasar – Komitmen Polresta Denpasar dalam menghadirkan pelayanan publik yang profesional, transparan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat kembali m

Sinergi Tanpa Batas, Kapolres Lamongan dan Dandim 0812 Perkuat Soliditas TNI-Polri untuk Lamongan Aman dan Kondusif

 LAMONGAN — Upaya memperkuat sinergitas dan soliditas antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus dilakukan s

Bangun Jejaring Lintas Elemen, Kapolres Kediri Sambangi TNI, Ulama hingga Ketua PN

Kediri— Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan memperkuat barisan internal. Komunikasi dengan TNI, tokoh agama dan unsur penegak hukum juga menjadi bagian